Senin, 18 Agustus 2014

Me and Natsu



Post sebelumnya: Dua Bulan Ini
Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Hai semuanya, apa kabar?
Sebelumnya ingin mengucapkan ulang tahun dulu nih buat tanah air tercinta.
Selamat Dirgahayu Indonesia ke-69! (^o^)
Kalau diibaratkan manusia, udah lansia kali ya Indonesia :)
Tapi kalau dibandingkan dengan negara yang merdekanya sudah sangat lama seperti Amerika, angka 69 mungkin masih belum ada apa-apanya. Yah bagaimanapun itu, semoga kelak kita bisa membangun Indonesia menjadi bangsa yang jauh jauh jauh lebih baik dibandingkan sekarang, aamiin! \(>o<)/
Tapi yang lebih utama, semoga aku, kita, sebagai seorang muslim bisa menjadi umat yang lebih baik dan bisa memajukan Islam ya, aamiin! (>_<)

Tidak terasa sekarang sudah pertengahan musim panas. Walaupun begitu, karena cuaca di Tokyo akhir-akhir ini selalu mendung, jadi tidak begitu terasa panas :) Sejuk malah, seperti di kota kelahiranku, Bandung :) Masalahnya hal ini malah membuatku khawatir. Karena semakin cepat kesejukan itu datang, semakin cepat pula aku akan merasakan musim dengan suhu lebih rendah. Aku rasa aku tidak tahan udara dingin… :(

Sebelum menceritakan tentang musim panas, aku ingin bercerita terlebih dahulu tentang musim semi. Waktu tiba di Jepang bulan April lalu, pemandangan di sekitar indaaaah sekali, karena bunga sakura sedang mekar-mekarnya. Tapi suhunya itu lho, mencapai 10 derajat!! Hiiiiiksss (T_T) Inget banget waktu pertama kali tidur pas malem, saking dinginnya sampai menggigil terus. Selain itu, walaupun udah pake lip gloss, lama-lama bibir jadi kering terus pecah-pecah. Kalau kelupas, periiiiiih banget… Yang lebih parah, walaupun udah pake body lotion, kulit tetap aja kering kulit. Tangan kananku jadi luka seperti bekas luka yang mengering setelah terserempet benda tajam *alah. Terus aku kalau pake baju pasti double, berlapis-lapis. Pake jaket pula tiap hari. Udah dingin, hampir tiap hari hujan terus. Dengan cuaca yang seperti itu dan dengan suhu sekitar 10 derajat, mungkin lama-lama jadi terbiasa. Tapi masalahnya, anginnya itu lhoooo. Kenceng buangett sampai-sampai suhu yang “hanya” 10 derajat jadi berasa 2x lipat lebih dingin. Tangan dan ujung jaripun jadi mati rasa dan kadang sakit saking dinginnya. Gimana kalau musim dingin nanti yah... Oooooh Jepang, di manakah kehangatanmu… (ToT)

Ini sekedar berbagi pengalaman saja, karena tidak semua hal yang terlihat indah itu tidak ada “efek sampingnya” (T_T) Bagi yang merasa makhluk tropis, aku harap kalian sudah menyiapkan fisik apabila datang ke negara 4 musim ketika bukan sedang musim panas :(

Baiklah, cerita tentang ‘Haru’ (musim semi) cukup sampai di situ. Sekarang beralih ke ‘Natsu’ (musim panas). Natsu mungkin menjadi musim yang yang paling spesial bagiku di antara ketiga musim lainnya. Selain karena suhunya yang bersahabat dan sunset-nya yang indah, juga karena kenangan yang terukir 3 tahun silam, saat aku menginjakkan kaki pertama kali di negeri sakura :) Secara visual, Jepang ketika natsu tidak jauh berbeda dengan Indonesia, karena di mana-mana semua hijau, tidak ada warna pink seperti saat bunga sakura sedang mekar, tidak ada warna kuning-kemerahan ketika daun momiji sedang berguguran, atau tidak ada warna putih seperti saat salju sedang turun. It’s exactly the same :) Yang membedakan hanya satu: ‘Mushi-atsui’. Itu adalah sebutan bagi keadaan dimana tingkat kelembaban begitu tinggi. Kalau di Indonesia, panasnya adalah karena terik matahari. Tapi kalau di Jepang, panasnya adalah karena mushi-atsui. Udara terasa sangat pengap dan keringat tidak henti-hentinya mengalir dari permukaan kulit (=o=) Jika dibandingkan dengan Jakarta yang banyak memproduksi gas karbondioksida, di Jepang walaupun pengap, tapi udara begitu bersih dan segar. Setidaknya paru-paru ini terasa sangat bebas dan lega untuk bernapas. :)

Ada fenomena penting yang tidak aku ketahui dari kunjungan pertamaku ke Jepang 3 tahun silam. Apabila tidak tinggal di Jepang dalam waktu yang cukup lama, aku tidak yakin bisa menemukan fenomena ini. Namun dengan sangat menyesal, terpaksa aku katakan bahwa lagi-lagi hal ini adalah “efek samping” dari sebuah keindahan. Fenomena ini adalah… mayat bergelimpangan! (o_O) *hayo lohh mayat apa hayoooo
Dari pada panjang lebar menjelaskan, liat aja deh gambarnya sendiri nih di bawah…
*maaf bagi yang merasa jijik


Lokasi kejadian 1
(Karena perkara telah terjadi lebih dari seminggu yang lalu, di gambar ini para korban sudah tidak tampak. Korban utama pada perkara ini: cacing tanah gembur)


Lokasi kejadian 2
(Masih bisa ditemukan beberapa korban pada lokasi ini. Korban: cacing tanah & jangkrik.


Cacing tanah yang sudah gepeng karena terinjak-injak :(



Jangkrik yang berakhir tragis. Dikerumuti para semut



Keadaan di sekitar lokasi kejadian
(Diketahui bahwa penulis sangat menyukai lokasi ini)


Pohon unik
(Alasannya karena... *di bawah)


Mata siapa ini?! Iluminati?! (o_O)
(Agak jijik awalnya liat motif ini... (T_T))

Di satu sisi ngerasa WOW gimanaaa gitu waktu liat korban-korban itu berhamparan di jalan. Tapi di satu sisi, kalau lagi lewat Oh God they`re moving!! (ToT) Mau ngelangkah ke sebelah sini, salah. Sebelah sana, juga salah. Udah gitu mereka juga besar-besar lagi. Ooohhh betapa makmurnya kau Jepang, sampai-sampai hewan kecil seperti mereka pun kau biarkan tumbuh dengan subur… (ToT) By the way mengenai hewan, kucing-kucing liar di sini subur-subur lhooo~ *alah. Di Jepang hanya ada sedikiiiiiiiiiiiiiiit sekali hewan liar di jalanan, terutama kucing. Tapi sekalinya nemu, makmur banget banget lho :3

Karena udah keburu ceritain beberapa fakta tentang Jepang, ini aku ceritain yang lainnya juga ya. Di Jepang, kebanyakan orang memilih anjing sebagai hewan peliharaan mereka. Anjing sudah mereka anggap sebagai salah satu anggota keluarga sendiri. Di daerah sekitarku, buanyaaakkkk banget orang yang pelihara anjing-anjing kecil nan unyu. Tidak jarang ada orang yang memelihara lebih dari satu ekor anjing. Mereka ajak jalan-jalan para anjing kesayangan mereka tiap sore, dan bahkan menaruhnya di keranjang bayi. Apa?! Keranjang bayi?! Iya, keranjang bayi! *lebay. Waktu awal-awal datang ke Jepang, aku kaget karena keranjang yang seharusnya berisi bayi manusia malah berisi anjing-anjing mungil. That was unbelievable for me, but it`s fact! Selain itu, banyak juga ditemukan mobil-mobil yang melaju dengan teman pengendara setia: anjing-anjing unyu (=_=) Entah itu di samping pengemudi, atau di jok belakang. Udah gitu jendelanya dibuka, seakan-akan ingin memperlihatkan keberadaan si unyu.  Masalahnya bukan satu-dua orang yang kayak gitu, ada bejibun lho!

 Mirisnya, dalam kondisi Jepang yang sedang krisis jumlah manusia sekarang ini, orang-orang malah lebih tertarik untuk merawat hewan dibandingan bayi sendiri… (=_=) Dan pemerintah Jepang sangat menghawatirkan hal ini, sampai-sampai mereka gencar melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah populasi Jepang. Salah satunya, dengan memberi uang kepada setiap ibu yang melahirkan di Jepang. Mungkin pelayanan ini juga diberikan untuk orang-orang luar negeri yang berdomisili di Jepang. Tapi entahlah, aku juga saat ini kurang tahu mengenai hal ini. Tapi yang pasti, fakta mengenai banyaknya hewan peliharaan, terutama anjing (lebih-lebih mereka diperlakukan selayaknya anaknya sendiri), juga mengenai upaya peningkatan populasi benar adanya. Nahasnya, walau sudah diming-iming uang seperti itu, tetap saja tidak terjadi perubahan yang begitu berarti. Tetap saja tidak banyak kaum muda Jepang yang mau menikah dan lantas memiliki anak (=_=). Yah inilah salah satu problema yang dihadapi negara maju seperti Jepang. Jauh berbeda ya, malah kebalikan banget sama keadaan Indonesia...

Oh iya, ini ada beberapa gambar yang aku ambil tadi sore mengenai fakta tentang pemeliharaan anjing.



Lokasi: Musashino Mori Park
(Waktu lagi haru, pemandangan di taman ini indaaaaaaaaah, banget! Dipenuhi oleh bunga sakura yang bermekaran (^_^))


Terlihat ibu-ibu sedang membawa jalan-jalan kedua anjingnya di sudut kiri foto *hehe



Bukti lainnya *hehe



Today’s beautiful scenery(^_^)



Padang rumput



Jalan



Danau
(Tempat biasa ngegalau waktu awal-awal datang ke Jepang *alah)

Lho kok tiba-tiba jadi ngomongin ini yah? Tadinya mau nyeritain tentang liburan tapi kok malah jadi belok ke hal-hal lain? Maaf, terbawa suasana, hehe…
Kalau gitu, aku cukupkan sampai sini dulu deh.
Insha Allah aku tulis pengalamnku mengenai liburan kemarin di post selanjutnya.
Tunggu part 2 nya yaaaah \(^o^)/

#To be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar